Sunday, April 22, 2012

I am almost 23 and never do kiss a guy!

Pacaran.
Sejauh mana yang gue tau?
Apa yang bisa dipahami dari kata ini?

Pertama kali pacaran ketika berumur 16 tahun. Kelas 1 SMA.
Sebelumnya gue adalah seorang remaja penganut idealisme kolot. Gak mau pacaran.
Alasannya cuma satu. Gak mau backstreet.

Ada banyak bocah-bocah labil seumuran gue waktu itu yang tentunya juga ngalamin hal yang sama, tapi gak sedikit dari mereka yang nekat melanggar.
Gue memilih jalan aman. Gak mau ngambil resiko.
Tetep kekeuh gak bakal pacaran sebelum diijinin.
Cemen ya? Sok alim.
Tapi bisa jadi itu prinsip dan prinsip emang gak semestinya dilanggar.

Gue adalah seorang anak yang bener-bener ngejaga kepercayaan orang tua.
Karena cuma dengan cara itu gue bisa bebas dan belajar bertanggung jawab.
Entah karena pengaruh gue anak sulung yang (dulu) dikenal berprestasi di sekolah dan harus selalu ngejaga citra baik itu. Semacam beban.
Atau bisa jadi emang dari watak keras gue sendiri yang kalo udah mutusin sesuatu bakal susah banged dirubah.

Lalu, apakah di usia 16 tahun itu gue udah diijinin?
Jawabannya belum
Jadi, gue backstreet juga dong akhirnya?
Gak. Tentu aja gak.

Di usia itu ketika gue mutusin akhirnya mau terlibat dengan romantisme remaja, gue cuma ngejalanin hidup normal sebagaimana mestinya harus dijalani oleh remaja seusia gue.
Seorang remaja yang mengalami pubertas dan cenderung menyukai mencoba hal-hal baru.
Bukan bermaksud membela diri mencari pembenaran.
Tapi itulah perasaan jujur yang gue punya saat itu.
Gue pacaran memang gak terang2an dikenalin ke mama, tapi se-enggak-nya gue gak main sembunyi-sembunyi.
Mama tau, tapi memilih bersikap seperti tidak tau apa-apa. Memilih cuek, karena mungkin (menurut pemikiran gue waktu itu) seandainya ini menjadi bener2 terbuka antara ibu dan anak, gue semacam mendapat excuse lalu kebablasan centil.

Lantas, apa aja yang gue lakuin selama pacaran?
Gak banyak.
Gak seperti temen-temen di sekeliling gue yang menganggap kalo pacaran berarti bisa mesra-mesraan. Romantis-romantisan pegangan tangan kemana pun pergi.
Gue lebih menganggap pacaran itu semacam latihan sebelum akhirnya punya rumah tangga sendiri dan harus berkutat dengan hal-hal yang kurang lebih sama.
I mean, gimana caranya nerima suatu keadaan baik buruk dari orang yg lo sayang. Gimana kata "pisah" bukan satu-satunya jalan yang diambil ketika nemuin suatu masalah.
Semacam itulah.
Anjrit! berat banged yah..

Untuk beberapa hal gue bahkan membatasi diri.
Seperti halnya gaya pacaran remaja yang sering kita lihat? Gue jauh dari semua itu.
Untungnya pun gue selalu dianugrahi orang-orang yang baik sebagai pacar.
yang gak cuma bisa grapa-grepe semaunya.
Tanpa bermaksud men-judge prinsip-prinsip yang berbeda dengan gue tersebut adalah sesuatu yang salah, karena gue gak berhak mencampuri hidup orang lain.
Dan gue juga menjunjung tinggi apa yang disebut dengan HAK AZAZI.
No offence.

Bahkan hingga usia ini. Sampai akhirnya tidak ada lagi kata -teen di dalamnya.
Gue masih hidup dan bergaul dengan cara itu.
Bangga dan semoga tidak akan berubah.
Entahlah.
Gue gak bisa nebak akan jadi seperti apa pemikiran gue di masa depan.
Gue juga gak mau jadi munafik, ketika sekarang bersikap seolah-olah sok suci lalu di kemudian hari itu semua menjadi berbeda.

Mungkin ini memalukan bagi sebagian orang, but..
One thing..
I am almost 23rd and never do kiss a guy!

2 comments:

  1. gw kasi komen lahh sekarang tebak gw siapa?

    ReplyDelete
  2. hari gini dsuruh nebak..ya kagak tau -___-"

    ReplyDelete