Hmm, gue mau nulis
apa ya?
Lagu-laguan mau nulis semacam tesimonial, tapinya jadi geli sendiri ngebayangin gue nulis ini buat depri. Hahaha
MUHAMAD DEFRI ELDISTIO
Eh, bentar dulu. Namanya Muhamad? Kudunya double 'm' dong, kan 'mim' nya tasydid itu. Huuu..
Apa deh jadi garing gini?
Hahaha. Skip..skip. Oke, serius..serius
Defri, kelahiran 3 Juli 1987. Temen sekantor gue yang cara kenalnya lumayan asem kalo diinget. Fuk! :P
Sejak kegalauan melanda pria paruh baya ini, kita berdua jadi kenal deket. Berawal dari kegemaran doi nyulik gue sampe tengah malem cuma buat dengerin curhatannya, seterusnya gue pun terjebak dengan perbuatan yang sama, hingga akhirnya terbiasa 'menempel' satu sama lain. Ngalor ngidul gak jelas arahnya.
Defri adalah semacam mood booster gue, partner in crime, teman yang sangat baik, sosok kakak yang mengayomi, gentle, cepet tanggep, murah hati, santun, knows for sure how to respect each other. Gue bisa cerita apa aja tanpa khawatir akan mendapat respon negatif, berbagi pemahaman atas hal-hal yang orang lain kadang-kadang gak mengerti.
Sahabat yang mengajarkan kedewasaan.
Gue inget persis, Defri gak pernah mau dibilang sebagai 'orang baik' walaupun sebagian besar orang-orang yang ada di sekitarnya menyatakan hal yang sama. Menurutnya 'baik' adalah kata lain dari 'bodoh'. Sebuah bentuk negatif dari ucapan klise.
But, you know what? He is a GOOD GUY. No matter what.
Menurut gue kebaikan itu sudah ada dari dalam dirinya. Selalu berusaha nyenengin orang-orang yang ada di sekitarnya, terlepas dari pemakluman dia adalah manusia biasa yang tentunya tak melulu dipenuhi kesempurnaan.
Sejauh yang gue alamin, Defri adalah orang yang akan selalu ada ketika gue butuh ataupun hanya sekedar ingin. Selalu tulus menjadi tempat gue berbagi kebahagiaan, menyamarkan rasa sakit atas setiap kekecewaan, bahkan sekedar jadi pembelok terhadap pelampiasan amarah.
27 tahun itu dimulai hari ini..
Defri pernah bercerita bahwa seseorang akan mengambil sebuah keputusan besar yang akan menjadi penentu arah masa depan kehidupannya pada usia ini. Pernah merasa sangat khawatir akan tahapan besar tersebut. Gamang salah langkah.
Seperti apa pun itu, gue percaya temen gue yang satu ini akan mengambil langkah yang tepat dengan menyebut nama Allah.
Mungkin awalnya terlihat terjal, terseok, bahkan patah sehingga ujungnya semakin samar untuk diterka. Bagaimanapun juga kesamaran itu adalah proses. Bukan lagi sekedar mencari jati diri, tapi untuk tetap teguh bersama kebenaran tanpa menutup diri akan penempaan.
Gue yakin dia bisa. Sama yakinnya dengan dia yang selalu mendoakan kesuksesan gue di masa depan. Aamiin.
Selamat ulang tahun, Dep.
Gue selalu berdoa yang terbaik buat lo. Terima kasih banyak telah menjadi sahabat baik.
Persetan dengan semua gosip rese itu, It's very nice to meet you..
Happy Birthday, Defri.
Lo udah tua!!! :D
No comments:
Post a Comment