Wednesday, February 20, 2013

Six Degrees Of Separation

Jika belakangan beberapa sahabat bertanya mengenai perubahan yang terjadi pada diri gue, maka melalui inilah gue akan menjawab.

Tadinya gue berencana menjawab setelah semuanya benar-benar selesai. Akan tetapi pertemuan yang tanpa disengaja itu, memaksa gue untuk segera menuntaskan ketidakjelasan ini. Bisa jadi gue sudah mengakibatkan kesalahpahaman besar. Memupuk amarah di antara empati yang ada.

Kenapa harus lewat blog?
Kenapa lagi-lagi mereka harus gue repotkan membaca semua ini? Toh semestinya bisa aja gue jelasin secara langsung. Tatap muka. Atau sekedar membalas sms rasanya cukup.
Tapi, saat ini gue merasa tindakan seperti itu yang harus dihindari. Justru sensasi untuk berbagi itu yang harus gue tahan. Berhenti membebani mereka dengan keluhan gue yang gak ada habisnya tentang hal ini. Menjaga jarak untuk sementara waktu adalah satu-satunya hal yang bisa gue lakukan.

Sulit.
Ya. Semestinya inilah saat-saat dimana gue benar-benar membutuhkan mereka. Memberi tawa atas semua lara. Menemani dalam menertawakan kepedihan. Bergantung penuh.

Bagaimana mungkin gue menolak ajakan Rido buat karaokean di saat gue butuh berteriak melepaskan sesak ini? Bagaimana mungkin gue menahan godaan untuk menghubunginya di saat lagu-lagu favorit kita diputar marak di tivi?
Bagaimana mungkin gue tega tidak membalas sms-sms umank sama sekali..Menahan diri tidak mengangkat teleponnya? Bersikeras tidak menjelaskan apa-apa.
Bagaimana mungkin ketika bbm ade yang ngotot minta diberi penjelasan tidak gue lawan dengan cacian candaan? Atau sekedar menanggapi pertanyaan pidin. Sulitkah?
Bagaimana mungkin gue berpura-pura tidak ada di saat gue melihat jokes konyol mereka "mengundang" untuk ditimpali?

Melarikan diri dari semua kepedulian yang mereka tawarkan itu tidaklah nyaman.
Sama tidak nyaman nya dengan keberadaan gue dimanapun saat ini.

Bertemu dengan orang-orang yang tak henti-hentinya melontarkan pertanyaan yang sama. Gue takut pertanyaan-pertanyaan itu pada akhirnya akan membuat pertahanan ini runtuh. 
Enggan menanggapi tiap belas kasihan itu, maka angkuh adalah tameng yang paling ampuh. Kalaupun pada akhirnya melahirkan kebencian, biarlah.
Biarlah selagi hati ini merasa aman.

Ini kelemahan.
Ya. Karena sekali lagi gue gagal menunjukkan kepada dunia sosok sang super wonder woman itu. Lagi-lagi harus menunda untuk menampilkan wanita yang dengan segala keterbatasannya mampu mengantarkan gue ke pintu masa depan. Seorang diri. Tanpa rintihan keluhan.
Gue lemah karena tanggung jawab itu batal diwujudkan. Gue gagal menghadirkan senyum pada wanita yang telah melahirkan gue dan membesarkan tanpa sandaran pemimpin keluarga.
Gue tidak lagi berani menatapnya, karena rasa bersalah ini begitu besar. Gue telah berkali-kali menunda waktunya untuk memindahkan pikulan itu. Gue sekali lagi telah membuat beliau kecewa.

Ya. Tidak hanya dari mereka para sahabat, bahkan di rumah pun gue harus 'bersembunyi'.

Mungkin terkesan gue berlarut-larut dengan 'keputusan' waktu itu. Melebih-lebihkan kesedihan yang seharusnya bisa menjadi lebih sederhana. Membuat semuanya tampak lebih rumit.
Tapi adakah di antara kita yang bersikap wajar ketika menggagalkan tanggung jawab kepada orang tua? Kehilangan yang justru di saat semuanya tampak di depan mata.
Jika ini hanya menyangkut diri gue sendiri, mungkin acuh bisa menjadi solusi. Tapi ini bukan tentang gue.

Kembali lagi pada penjelasan sikap gue pada mereka para sahabat.
Tidak munafik gue iri.
Bersenang-senang bersama merayakan perjuangan bertahun-tahun itu sudah menjadi bayangan indah bahkan sejak sebelum gelar masing-masing kami sandang.
Mereka sedang berbahagia. Rasanya tidak adil kemudian gue ada di antara mereka sambil memangku beban yang tentunya akan merusak kebahagiaan itu.
Untuk itulah gue menyingkir.
Terutama di minggu ini. Saat euphoria benar-benar memuncak. Mereka yang pulang dengan membawa sebuah benda hitam yang akan membuat gue kembali mengutuk takdir. Membuat tenggorokan sakit karena harus menelan paksa sesuatu yang mestinya keluar deras. Gue gak sanggup.

Gue gak akan tahan dengan semua mata yang bertanya-tanya, menunjuk-nunjuk sambil berbisik heran satu sama lain, atau bahkan dengan semua pertanyaan yang mungkin saja dengan lugas mereka utarakan. Maka gue tidak akan ada di sana hari itu. Mengurung diri dan mencoba berdamai dengan rasa bersalah sepertinya lebih baik. Tentunya jarak yang sudah ada saat ini akan lebih memudahkan peradilan dengan rasa bersalah itu.
 
Gue pada sampai waktunya nanti tentunya berharap mereka akan ada di sana. Walaupun rasanya 'sepi' pun pantas ada bersama gue di hari itu kelak, karena telah berkhianat.
Bersikap egois dengan tidak ikut merayakan kemenangan mereka sang pencipta senyum. Berdosa.

Dengan membuat dosa kali ini, gue akan lebih mudah untuk berdamai dengan hati.
Pada saatnya jika sepi lah yang menggantikan kehadiran mereka nanti, akan lebih mudah menganggapnya sebagai 'hukuman' atas kesalahan gue kali ini. Gue akan mampu membujuk hati ini agar tidak mengumpat ketika mereka tak ada kelak.

Gue tidak akan menuntut mereka untuk bisa mengerti, karena bahkan gue sendiri tidak mengerti dengan kondisi apa yang gue alami. 
Selamat teman-teman. Maaf tidak bisa ikut bersenang-senang bersama.

Gue bukan teman yang baik..

2 comments:

  1. tulisan adalah kumpulan kalimat yang terdiri dari kata kata yang menggabungkan huruf yang satu dengan yang lainnya. Dan hanya sinar matahari yang dapat menerangkan tulisan yang gelap menjadi terang, serta tulisan terang menjadi penuh makna. sosok wanita itu tidak akan meredupkan cahayanya bak matahari yang selalu menyinari bumi, baik pagi hari maupun terangnya malam dengan pantulan cahaya ke bulan. maka jadilah tulisan bak pelangi yang memiliki bermacam warna indah. bagi yang melihatnya akan selalu menunggu walaw hujan turun dengan deras. dan pada akhirnya semua akan mengerti bahwa pelangi itu sangat berarti untuk semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooh, so sweet..
      Bisa aja gue dapet comment semacam ini. Lagi lo betah benget sih mantengin blog gue
      It's nice to know that there's somebody really care about me and notices every single things happened
      Glad to have you :)

      Delete