Pulang. Senang rasanya bisa kembali mengucapkan kata ajaib ini.
Menjenguk kembali alasan-alasan gue harus berada dalam jarak yang begitu jauh dari mereka tercinta. Sejenak membayar hutang rasa bersalah karena telah meninggalkan wanita hebat itu sendirian selama berbulan-bulan.
Kembali kepada mama untuk sedikit menunjukkan bakti.
Pulang, selalu melegakan.
Seharusnya begitu.
Sayangnya, kali ini pulang tak cukup hanya membawa bahagia. Pulang menyertakan satu rasa baru.
Entah ia harus disebut apa.
Mengganjal. Dia yang tertinggal menggelayuti pundak beban.
Semestinya gak begini.
Mendapati cuaca cerah dari ketinggian, pemandangan yang memanjakan mata, menghirup kembali udara yang telah bertahun-tahun gue kenal tidak sedikitpun menggoyangkan beban itu.
Mungkin seharusnya memang begini.
Bisa jadi kejadian ini sengaja hadir di saat gue mendapat ruang penuh untuk berpikir. Mengikhlaskan maaf yang tak datang. Merelakan rencana-rencana konyol di kemudian hari nanti. Menahan diri untuk tak lagi bergantung.
Bahkan saat ini bentakannya dikalahkan oleh rasa bersalah karena telah menyakiti. Berpikir, mungkin ini saatnya menyerah. Tidak akan lagi memaksakan.
Sekiranya gue telah berbuat salah. Maka, tak akan ada lagi.
Berpikir..
Haruskah berhenti mencoba?
Lari. Bola. Nonton. Sky Ring. Ancol. Sepeda. Asemka. Outdoor. Life Music. Hollywood. McD. Commuter Line. Wanda's. Comedy Cafe. Laptop. Foto. Varsity. Dieng.
Seharusnya begitu.
Sayangnya, kali ini pulang tak cukup hanya membawa bahagia. Pulang menyertakan satu rasa baru.
Entah ia harus disebut apa.
Mengganjal. Dia yang tertinggal menggelayuti pundak beban.
Semestinya gak begini.
Mendapati cuaca cerah dari ketinggian, pemandangan yang memanjakan mata, menghirup kembali udara yang telah bertahun-tahun gue kenal tidak sedikitpun menggoyangkan beban itu.
Mungkin seharusnya memang begini.
Bisa jadi kejadian ini sengaja hadir di saat gue mendapat ruang penuh untuk berpikir. Mengikhlaskan maaf yang tak datang. Merelakan rencana-rencana konyol di kemudian hari nanti. Menahan diri untuk tak lagi bergantung.
Bahkan saat ini bentakannya dikalahkan oleh rasa bersalah karena telah menyakiti. Berpikir, mungkin ini saatnya menyerah. Tidak akan lagi memaksakan.
Sekiranya gue telah berbuat salah. Maka, tak akan ada lagi.
Berpikir..
Haruskah berhenti mencoba?
Lari. Bola. Nonton. Sky Ring. Ancol. Sepeda. Asemka. Outdoor. Life Music. Hollywood. McD. Commuter Line. Wanda's. Comedy Cafe. Laptop. Foto. Varsity. Dieng.
keep smilling when going in hassle could be a sign we simply are sturdy
ReplyDelete"Be There"
I will :)
ReplyDelete