Monday, November 25, 2013

Cukup lama gue berpikir sebelum akhirnya memutuskan menulis ini. Agak berat sih ya, karena menyangkut semacam pengakuan. Gue kudu bener-bener yakin dulu, karena setelah ini akan ada perubahan. Bisa dibilang cukup besar untuk diri gue sendiri.
Ya, mungkin perlu ditekankan sekali lagi gue menulis ini untuk diri sendiri.

Exactly 3 years ago..
Ternyata butuh waktu segini lama gue buat sampai pada tahap ini. Proses yang panjang dan berlarut-larut. Yah, kalo mau sedikit sarkastik waktu 3 tahun itu berlebihan.
Tapi yasudahlah. Pada dasarnya bukan waktu yang menjadi patokan. Menurut gue proses yang panjang pun akan melahirkan sebuah pemahaman yang lebih dalam, hingga penilaian akan sesuatu tidak akan dangkal, sempit, terpaku hanya pada dimensi-dimensi yang mudah dikenal.

Waktu itu ketika kejadiannya ada, gue bahkan memaksakan diri untuk 'berlebihan'. Hanya dengan satu maksud, agar semuanya cepat selesai. Gue tau persis seperti apa diri gue. Memang gak pernah bisa beres dengan kejadian serupa dalam waktu singkat, maka untuk akselerasi 'berlebihan' itu perlu.
Seiring dengannya 'berlebihan' akan menjadi cukup. Habis tuntas.
Gue kenal diri gue sendiri, maka gue memilih cara gue sendiri untuk menghadapi ini.
Gak perlu orang lain ngerti, bahkan kesalahpahaman pun akan gue biarkan kali ini. Ini adalah tulisan egois. Gue menulis untuk diri sendiri.

Oh, c'mon! Ini bukan tentang move on. Dan berhentilah memahami move on dengan pengertian sesempit itu. Move on bukan melulu tentang segera 'menggantikan'. Move on adalah saatnya memutuskan berdamai dengan hati, ikhlas menerima hal yang pada awalnya terasa buruk akan mencairkan hikmah luar biasa setelanya. Pada saat yang bersamaan menyadari selamanya terjebak di sana bukanlah hal baik.
Gue udah lama berdamai dengan semua itu.  Sepertinya picik sekali jika masih ada yang beranggapan gue masih di sana.

Oke, kita tidak akan lagi membahas tentang itu di sini. Sudah lumayan banyak part postingan di blog ini yang bertema sama, mengarah ke sana.

Ini tentang bagian lain yang membutuhkan lebih banyak usaha untuk bisa berdamai.
Mengakui kesendirian.

2 comments:

  1. Life is like a phone call with a loved one. when it is cut short. we realize how much of it we have wasted
    "Be There"

    ReplyDelete