Monday, June 28, 2021

When "Hi"' Meets "Goodbye"

Agak ragu ya memulai mengetik.
Dalam hati gue berpikir, masih pantes gak sih di usia 32 tahun gue masih bercerita tentang patah hati?
Tapi mungkin bisa lah ya, paling gak untuk melihat cara pandang gue saat ini.

Pagi, gue mendapat sebuah pesan singkat yang membuat gue berkaca pada diri gue tentang apa yang telah terjadi selama 11, 7, dan 6 tahun terakhir.
Gue jarang sekali menjelaskan diri kepada orang lain. Gue terbiasa membiarkan orang menilai gue sebagaimana yang mereka mau, entah itu benar atau salah. Karena toh benar salah juga masalah persepsi.
Tapi, akan sangat berbeda jika gue berhadapan dengan orang yang sungguh-sungguh ingin mengenal gue.
I tell them everything.

Gue senang menjelaskan tentang cara pikir gue tentang sesuatu, gue senang berbagi perasaan dengan orang-orang terbatas ini, gue senang mendeskripsikan mereka dan membicarakannya langsung dengan mereka, gue senang mengetahui mereka mengenal gue dengan terang baik dan buruknya, gue senang mereka tetap mau mendengarkan penjelasan gue tentang hal-hal yang perlu mereka dengar penjelasannya karena memang sudah cukup jelas buat mereka, gue senang karena gue tahu bahwa melakukan itu bersama adalah momen kami berbagi opini dan semakin memperkuat semua hal yang sudah kami pahami satu sama lain.

Selanjutnya yang gue tahu adalah bahwa segala sesuatu punya waktunya, termasuk orang-orang ini.
Mereka datang dan pergi, bener-bener silih berganti.
Dekat, kemudian hilang, beberapa waktu kembali tapi gak pernah erat lagi.
Maka dari setiap mereka gue punya memori dalam masing-masing lini waktunya.
Mudah-mudahan dari itu gue belajar.

Seperti tadi di paragraf kedua, gue dituliskan untuk kembali berurusan dengan hal yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Maka 10 menit ke depan gue akan menyaksikan cara gue berhadapan dengan lawan yang sama.
Kayaknya sih gue gak akan memakai teknik yang sama. Sudah tidak lagi relevan.
Jika sebelumnya gue bisa punya 300 halaman teks yang akan disampaikan namun tetap masih merasa tertahan dan belum menyampaikan semuanya, kali ini gue memilih beberapa kalimat untuk merasa lega.
Usia merubah segalanya.
Mungkin gak sepenuhnya. Mungkin gue gak lagi seperti dulu sepenuh hati meresapi setiap detail emosi yang ada, seperti tak lagi ambil pusing soal rasa. Mungkin energinya yang gak lagi ada.

Then, writing this heals me.
I sent "Hi" before and i got "goodbye" as the reply.
I cried, took a deep breath
I'm okay now


1 comment:

  1. When other prefer using video, you choose to write then. It a rare skill to have!

    Please take it as a compliment. I like the way you write. Still waiting for the next post. Two months already!

    Cheers...

    ReplyDelete