Saturday, February 27, 2021

Candu

Semakin bertambahnya usia, semakin gue menyadari bahwa kebutuhan untuk mengutarakan dan didengarkan itu besar. Sayangnya kebutuhan itu berbanding terbalik dengan ketersediaan teman dalam waktu yang tepat. Hampir setiap malam di penghujung hari, pilihannya hanyalah berbicara pada diri sendiri.
Kali ini gue memilih cara lama. Menulis.

Sedari kecil gue punya kebiasaan mengimajinasikan adegan-adegan di dalam pikiran, entah itu kejadian di masa lalu ataupun kemungkinan-kemungkinan masa depan. Banyak di antaranya merupakan alternatif dari pilihan yang sudah dan tidak diambil. Bukan penyesalan, tapi sebuah cara untuk menuntaskan penasaran di pikiran. 

Ada suatu tema yang lama berpusar di otak. Melompat-lompat dari satu kemungkinan satu ke kemungkinan lainnya. Liar.
Buah dari satu pertanyaan yang belum terjawab terang. Mungkin memang lebih baik menjadi tidak terjawab. Sepertinya gue gak siap.
Namun, mengulang-ngulang cerita tersebut di dalam hati terasa seperti candu. Menenangkan.

Tentang merasa berarti kala itu belum tergantikan lagi. Gue sudah selesai dengan penasarannya, tapi kebutuhannya masih ada. 

No comments:

Post a Comment