Jika belakangan beberapa sahabat bertanya
mengenai perubahan yang terjadi pada diri gue, maka melalui inilah gue akan
menjawab.
Tadinya gue berencana menjawab setelah
semuanya benar-benar selesai. Akan tetapi pertemuan yang tanpa disengaja itu,
memaksa gue untuk segera menuntaskan ketidakjelasan ini. Bisa jadi gue sudah
mengakibatkan kesalahpahaman besar. Memupuk amarah di antara empati yang ada.
Kenapa harus lewat blog?
Kenapa lagi-lagi mereka harus gue repotkan membaca semua ini? Toh semestinya bisa aja gue jelasin secara langsung. Tatap muka. Atau sekedar membalas sms rasanya cukup.
Kenapa lagi-lagi mereka harus gue repotkan membaca semua ini? Toh semestinya bisa aja gue jelasin secara langsung. Tatap muka. Atau sekedar membalas sms rasanya cukup.
Tapi, saat ini gue merasa tindakan seperti
itu yang harus dihindari. Justru sensasi untuk berbagi itu yang harus gue
tahan. Berhenti membebani mereka dengan keluhan gue yang gak ada habisnya
tentang hal ini. Menjaga jarak untuk sementara waktu adalah satu-satunya hal
yang bisa gue lakukan.
Sulit.
Ya. Semestinya inilah saat-saat dimana gue benar-benar membutuhkan mereka.
Memberi tawa atas semua lara. Menemani dalam menertawakan kepedihan. Bergantung
penuh.
Bagaimana mungkin gue menolak ajakan Rido buat karaokean di saat gue butuh
berteriak melepaskan sesak ini? Bagaimana mungkin gue menahan godaan untuk
menghubunginya di saat lagu-lagu favorit kita diputar marak di tivi?
Bagaimana mungkin gue tega tidak membalas sms-sms umank sama
sekali..Menahan diri tidak mengangkat teleponnya? Bersikeras tidak menjelaskan
apa-apa.
Bagaimana mungkin ketika bbm ade yang ngotot minta diberi penjelasan tidak
gue lawan dengan cacian candaan? Atau sekedar menanggapi pertanyaan pidin.
Sulitkah?
Bagaimana mungkin gue berpura-pura tidak ada di saat gue melihat jokes
konyol mereka "mengundang" untuk ditimpali?
Melarikan diri dari semua kepedulian yang mereka tawarkan itu tidaklah
nyaman.
Sama tidak nyaman nya dengan keberadaan gue dimanapun saat ini.
Bertemu dengan orang-orang yang tak henti-hentinya melontarkan pertanyaan
yang sama. Gue takut pertanyaan-pertanyaan itu pada akhirnya akan membuat
pertahanan ini runtuh.
Enggan menanggapi tiap belas kasihan itu, maka angkuh adalah tameng yang
paling ampuh. Kalaupun pada akhirnya melahirkan kebencian, biarlah.
Biarlah selagi hati ini merasa aman.
Ini kelemahan.
Ya. Karena sekali lagi gue gagal menunjukkan kepada dunia sosok sang super
wonder woman itu. Lagi-lagi harus menunda untuk menampilkan wanita yang dengan
segala keterbatasannya mampu mengantarkan gue ke pintu masa depan. Seorang
diri. Tanpa rintihan keluhan.
Gue lemah karena tanggung jawab itu batal diwujudkan. Gue gagal
menghadirkan senyum pada wanita yang telah melahirkan gue dan membesarkan tanpa
sandaran pemimpin keluarga.
Gue tidak lagi berani menatapnya, karena rasa bersalah ini begitu besar.
Gue telah berkali-kali menunda waktunya untuk memindahkan pikulan itu. Gue
sekali lagi telah membuat beliau kecewa.
Ya. Tidak hanya dari mereka para sahabat, bahkan di rumah pun gue harus
'bersembunyi'.
Mungkin terkesan gue berlarut-larut dengan 'keputusan' waktu itu.
Melebih-lebihkan kesedihan yang seharusnya bisa menjadi lebih sederhana.
Membuat semuanya tampak lebih rumit.
Tapi adakah
di antara kita yang bersikap wajar ketika menggagalkan tanggung jawab kepada
orang tua? Kehilangan yang justru di saat
semuanya tampak di depan mata.
Jika ini hanya menyangkut diri gue sendiri, mungkin acuh bisa menjadi
solusi. Tapi ini bukan tentang gue.
Kembali lagi pada penjelasan sikap gue pada
mereka para sahabat.
Tidak munafik gue iri.
Bersenang-senang bersama merayakan perjuangan
bertahun-tahun itu sudah menjadi bayangan indah bahkan sejak sebelum gelar masing-masing kami sandang.
Mereka
sedang berbahagia. Rasanya tidak adil kemudian gue ada di antara mereka sambil
memangku beban yang tentunya akan merusak kebahagiaan itu.
Untuk itulah
gue menyingkir.
Terutama di minggu ini. Saat euphoria benar-benar memuncak. Mereka yang
pulang dengan membawa sebuah benda hitam yang akan membuat gue kembali mengutuk
takdir. Membuat tenggorokan sakit karena harus menelan paksa sesuatu yang
mestinya keluar deras. Gue gak sanggup.
Gue gak akan tahan dengan semua mata yang bertanya-tanya, menunjuk-nunjuk
sambil berbisik heran satu sama lain, atau bahkan dengan semua pertanyaan yang
mungkin saja dengan lugas mereka utarakan. Maka gue tidak akan ada di sana hari
itu. Mengurung diri dan mencoba berdamai dengan rasa bersalah sepertinya lebih
baik. Tentunya jarak yang sudah ada saat ini akan lebih memudahkan peradilan
dengan rasa bersalah itu.
Gue pada sampai waktunya nanti tentunya berharap mereka akan ada di sana. Walaupun rasanya 'sepi' pun pantas ada
bersama gue di hari itu kelak, karena telah berkhianat.
Bersikap
egois dengan tidak ikut merayakan kemenangan mereka sang pencipta senyum.
Berdosa.
Dengan
membuat dosa kali ini, gue akan lebih mudah untuk berdamai dengan hati.
Pada saatnya jika sepi lah yang menggantikan kehadiran mereka nanti, akan
lebih mudah menganggapnya sebagai 'hukuman' atas kesalahan gue kali ini. Gue
akan mampu membujuk hati ini agar tidak mengumpat ketika mereka tak ada kelak.
Gue tidak akan menuntut mereka untuk bisa mengerti, karena bahkan gue
sendiri tidak mengerti dengan kondisi apa yang gue alami.
Selamat teman-teman. Maaf tidak bisa ikut bersenang-senang bersama.
Gue bukan
teman yang baik..
tulisan adalah kumpulan kalimat yang terdiri dari kata kata yang menggabungkan huruf yang satu dengan yang lainnya. Dan hanya sinar matahari yang dapat menerangkan tulisan yang gelap menjadi terang, serta tulisan terang menjadi penuh makna. sosok wanita itu tidak akan meredupkan cahayanya bak matahari yang selalu menyinari bumi, baik pagi hari maupun terangnya malam dengan pantulan cahaya ke bulan. maka jadilah tulisan bak pelangi yang memiliki bermacam warna indah. bagi yang melihatnya akan selalu menunggu walaw hujan turun dengan deras. dan pada akhirnya semua akan mengerti bahwa pelangi itu sangat berarti untuk semua.
ReplyDeleteOoh, so sweet..
DeleteBisa aja gue dapet comment semacam ini. Lagi lo betah benget sih mantengin blog gue
It's nice to know that there's somebody really care about me and notices every single things happened
Glad to have you :)