Sunday, December 08, 2013

All I need is just to believe..

"Jangan mengejarku dan jangan mencariku
Aku yang kan menemukanmu kau mekar di hatiku
Di hari yang tepat.."

Nyanyiin penggalan lirik itu buat gue.

Bahkan setelah bertaun-taun berlalu jiwa ini belum belajar untuk tumbuh, menjadi bijaksana dalam pemikiran.
Mestinya dengan semua pengalaman itu ada kematangan pada akhirnya.
Bukan pikiran-pikiran yang sering beradu argumen setiap waktu demi memenangkan emosi untuk dipertahankan.
Harusnya suara-suara itu lelah berdebat.

"Tenanglah tenang..
Aku kan datang dan memungutmu ke hatiku yang terdalam,
Bahkan ku tak kan bertahan tanpamu"

Please, ensure me!
Bahkan dalam masa pembelajaran ini, berkali-kali mencoba berbicara kepada Tuhan, bertikai dengan diri sendiri tak sanggup mencegah kembali terjebak dalam ketidakpercayaan, bahwa akan ada hati yang benar-benar menginginkan..
Membutukan dengan sangat, seperti nanti hati ini pun akan lakukan.

Tak pernah ada kekonyolan dalam pengakuan
Seharusnya gue lebih dari sekedar akrab dengan kalimat ini, hingga tak harus merasa kaku pada kejujuran

Unfortunately, sometimes to be honest to your one and only soul is he hardest one to do
Mengaku, tak jarang membuat gue merasa mempermalukan diri sendiri. Membuat gue merasa seolah-olah tak mampu berdamai dengan takdir yang sejatinya manis.
Atau mungkin bahkan terlalu mengkhawatirkan pendapat orang-orang yang gagal memahami maksud sebenarnya, seterang benderang apapun ia dipaparkan.

Namun seringkali dalam setiap kekalutan itu, senyum muncul tanpa bisa dicegah beriringan dengan ketidakpedulian akan pendapat-pendapat saru.
Tak cukupkah membuktikan kekuatan?
Tak cukupkah meyakinkan keraguan akan kemampuan Sang Pencipta?
Tak cukupkah memperkuat iman dan bersabar?

Gue selalu menyadari bahwa bahkan dalam urusan terkonyol di hidup ini selalu ada andil Tuhan di dalamnya. Mestinya dengan kesadaran itu gue gak harus malu membahas ini denganNya, karena sejatinya tak ada tempat yang lebih baik.
Tak ada jawaban yan lebih pasti.
Tak akan ada kekecewaan atas keputusan terbaik.

Pada akhirnya dibalik semua penelaahan itu, gue akan kembali berbicara dengan banyak kata 'mungkin'.
Mungkin gue belum banyak belajar.
Mungkin gue terlalu cepat merasa puas.
Mungkin terlalu tidak sabar.
Mungkin terburu-buru bukan tindakan yang pantas.
Mungkin setelah ini ada jawaban.
Semoga..

2 comments:

  1. Reality is not continually In line with expectation. Thus , prepare your self To face the poor reality
    "Be There"

    ReplyDelete